Manajemen Teknologi Pendidikan

 

Sumber: freepik.com


Menurut KBBI, manajemen adalah suatu penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan menurut Handoko, manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Marry Parker, manajemen adalah suatu seni yang bisa diselesaikan setiap orang. Dari ketiga pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu proses keahlian yang mengandung nilai seni (terdiri dari beberapa peran) dalam mengatur sesuatu dalam rangka mencapai tujuan.

Teknologi pendidikan menurut Anglin adalah kombinasi dari pembelajaran, belajar, pengembanagan, pengelolaan, dan teknologi lain yang diterapkan unuk memecahkan masalah pendidikan. sedangkan menurut Hackbarth merupakan suatu proses sistematis yang melibatkan penerapan pengetahuan dalam upaya mencari solusi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah-masalah belajar. Dapat disimpulkan bahwa teknologi pendidikan adalah suatu disiplin ilmu dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian.

Manajemen Teknologi Pendidikan; adalah  salah satu bidang kajian dari teknologi pendidikan.

Apa Yang Menjadi Bidang Garapan Manajemen Teknologi Pendidikan!

terdapat empat bidang yang menjadi garapan manajemen teknologi pendidikan, yaitu:

1.       Manajemen proyek, meliputi perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan pengembangan. Peran pengelolaan proyek biasanya berhubungan dengan cara mengatasi ancaman proyek dan memberi saran perubahan internal.

2.       Manajemen sistem penyampaian, yang memfokuskan pada permasalahan produk, dan meliputi; perencanaan, pmantauan, pengendalian.

3.       Manajemen sumber, yang berperan untuk mengatur pengendalian akses, meliputi: perencanaan, pemantauan dam pengendalian sistem pendukung & pelayanan sumber.

4.       Manajemen informasi, dikatakan sangat penting karena berpotensi untuk mengadakan revolusi kurikulum dan aplikasi desain pembelajaran, meliputi; perencanaan, pemantauan, pengendalian cara penyimpanan/pengiriman/pemindahan/pemrosesan informasi dalam rangka tersedianya sumber untuk kegiatan belajar.

 

Komponen Utama (Substansi) Dari Program Peningkatan Performansi Sumber Daya Manusia

Substansi dari program peningkatan sumber daya manusia adalah adanya komponen utama berupa pengawasan karena program tersebut merupakan kegiatan pengendalian/pengawasan untuk menentukan apa yang harus dicapai atau menelisik apakah yang terjadi sesuai dengan rencana atau tidak. Dalam pengawasan ini, diperlukan sebuah evaluasi yang dimanfaatkan sebagai upaya dalam membandingkan kejadian yang terjadi dengan standarisasi kondisi, untuk meluruskan aktivitas yang sesuai dengan rencana.

 

Bagaimana Alur  Pelaksanaan Analisis Hambatan Dan Kebutuhan Sumber Daya Yang Diperlukan Untuk Program Pengembangan Sumber Daya Manusia!

Analisis hambatan dan kebutuhan merupakan proses mempertimbangkan suatu keputusan untuk menjalankan program pengembangan SDM. Manfaat dari kegiatanini lebih rincinya adalah; 1) agar program terlaksana dengan efisien, dan 2) agar program yang dilaksanakan bisa lebih dikembangkan karena penyusunan berdaasarkan situasi kondisi. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam menganalisis hambatan dan kebutuhan sumber daya manusia, adalah sebagai berikut:

·         Identifikasi kebutuhan SDM

·         Identifikasi kesesuaian tenanga yang dimiliki dengan yang dibutuhkan

·         Identifikasi kesenjangan yang dimiliki dengan yang dibutuhkan

·         Memilih alternatif solusi

 

Alur Pengembangan Program/Kurikulum Untuk Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia

Dalam mengembangkan program, terdapat alur yang meliputi empat tahapan besar, yakni:

·         Identifikasi tujuan, melihat aspek apa yang ingin dikembangkan

·         Menentukan topik-topik atau mata pelajaran yang harus ada dalam program tersebut. Bagaimana kebutuhan yang ingin digapai dan alternatif topik apa yang bisa diperkirakan ketika ada hambatan.

·         Mengembangkan sub topik, guna memberikan rambu-rambu tingkat keluasan dan kedalaman materi yang diajarkan.

·         Menentukan lamanya waktu yang dibutuhkan

 

Contoh Sebuah Program Pengembangan Kompetensi Untuk Meningkatkkan Atau Membangun Suatu Bidang Kemampuan Kerja Tertentu

 

 

Garis Besar Program Pelatihan

Nama Diklat                          : Diklat Multimedia

Alokasi Waktu                       : 270 menit

Deskripsi Singkat                  : Program ini menjelaskan bagaimana penggunaan TIK dalam pembelajaran sehari-hari melalui media pembelajaran presentasi powerpoint.

Kompetensi Dasar                 : Melaksanakaan proses belajar mengajar dengan menggunakan media pembelajaran berupa slide presentasi powerpoint.

INDIKATOR KEBERHASILAN

POKOK BAHASAN

SUB POKOK BAHASAN

METODE

MEDIA

WAKTU

Memahami pemakaian slide powerpoint untuk pembelajaran

Pokok-pokok pembelajaran dengan menggunakan powerpoint

Pokok-pokok pembelajaran dengan menggunakan slide powerpoint untuk mempermudah pembelajaran

Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik langsung

Notebook/laptop,

Projektor,

Whiteboard,

internet

2JP @45 menit

Membatu merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan

Perencanaan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan

Perencanaan kebutuhan tenaga pendidikan dan kependidikan

Ceramah, tanya jawab, diskusi, praktik langsung

Notebook/laptop,

Projektor,

Whiteboard

internet

2JP @45 menit

Melaksanakan pendayagunaan dari media presentasi pada proses pembelajaran

Pendayagunaan media presentasi pada proses pembelajaran berlangsung

Mengoperasikan atau menjalankan media presentasi menggunakan powerpoint

Presentasi, diskusi, simulasi, studi kasus

Notebook/laptop,

Projektor,

Whiteboard

internet

2JP @45 menit

 

Evaluasi                       :

Setelah kegiatan selesai, maka diadakan evaluasi bagi peserta dan panitia. Bagi peserta, evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi dan keterampilan yang diajarkan. Bagi panitia, evaluasi difokuskan pada penyelenggaraan kegiatan, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, dan melihat ada kesenjangan atau tidak. peserta diberikan sebuah angket untuk mengukur kemampuannya yang di mana hasil tersebut bisa digunakan untuk mengevaluasi panitia. Setelah peserta diklat menyelesaikan rangkaian acara, maka akan diberikansertifikat.


Daftar Pustaka

Abdulhaq, I., & Darmawan, D. (2017). Teknologi Pendidikan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Kurniawan, D. (2020). Manajemen Teknologi Pendidikan. Bandung: Upi Press.

Warsita, B. (2013). Perkembangan Definisi dan Kawasan Teknologi Pembelajaran Serta Perannya dalam Pemecahan Masalah Pembelajaran. Kwangsan, 72-93.

 

 

 

0 Komentar